Langkah
menyusun khotbah Diposting oleh Lia Af
Di ambil dari materi “pembekalan
penatua dan diakon Resort GKE Karau Ampah, tanggal 24 Maret 2012” oleh
Pdt. Dominic Petrus Jarob (Ketua Umum Majelis Sinode GKE Periode
2010-2015). Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati….
Didalam perkembangan Gereja diakui
bahwa inti dari ibadah adalah pemberitaan Firman (khotbah). Oleh karena itu
dalam tiap ibadah disampaikanlah pemberitaan Firman yang mencakup pembacaan
Alkitab dan Khotbah.
Dalam bahasa Yunani, homiletika
atau berkhotbah berarti bercakap-cakap atau berdialog. Artinya berkhotbah bukan
berbicara sendiri dan bagi diri sendiri, melainkan berbicara dengan orang lain
(pendengar).
A. DASAR KHOTBAH
Yang menjadi dasar dari khotbah
adalah Firman Allah yang terdapat dalam Alkitab. Firman Allah yang ditulis
ribuan tahun yang lampau itu diberitakan kembali kepada pendengar sekarang,
tentunya dengan kondisi yang berbeda. Untuk itu maka tugas pengkhotbah adalah
merancang sedemikian rupa agar khotbahnya tetap relevan, mengena, mengingatkan,
mengajar, dan menguatkan iman para pendengarnya.
Pengkhotbah harus mampu menjembatani
situasi dan kondisi Firman Allah yang diberitakan pada masa lampau itu dengan
situasi sekarang.
B. SISTEMATIKA KHOTBAH
Khotbah dapat disistematikan menjadi
tiga bagian :
- Pendahuluan
Berfungsi untuk menyiapkan perhatian
dan konsentrasi pendengar untuk memasuki inti khotbah. Pendahuluan berisi
berupa cerita atau ilustrasi yang berkaitan dengan isi khotbah.
- Isi khotbah
Berisi penguraian pokok-pokok yang
hendak di tekankan. Disini terjalin penafsiran sekaligus aplikasi/penerapan
terhadap kehidupan pendengar/jemaat.
- Penutup
Bagian puncak yang merupakan tujuan
akhir dari khotbah. Berisi tentang ajakan untuk berbuat, saran, dan sebagainya
untuk dilakukan oleh pendengar.
C.
MENYIAPKAN KHOTBAH
Langkah-langkah menyiapkan khotbah:
- Berdoa meminta pertolongan Roh Kudus
- Memilih dan membaca perikop/bagian nas Alkitab, termasuk ayat-ayat yang mendahului dan sesudahnya. Jika ada perikop atau ayat-ayat yang sejajar agar di baca juga, dan buku-buku pembimbing/tafsiran Alkitab dapat di baca juga.
- Untuk memahami isi perikop, dapat di ajukan pertanyaan-pertanyaan meliputi : apa, kenapa, oleh siapa, untuk apa, bagaimana
D.
MENYAMPAIKAN KHOTBAH
Bungkus yang baik dengan isi yang
tidak baik, hasilnya lari dari masalah. Isi yang baik dengan bungkus yang tidak
baik, hasilnya membosankan, ngantuk, dan berharap cepat “Amin”.
- Hal yang dapat menjadi bungkus
- Cara membaca teks
- Cara menyampaikan khotbah
- Intonasi
- Sikap pembawaan/penampilan
- Bahasa
- Pengucapan
- Sikap badan
- Lamanya khotbah
2. Hal yang menyangkut isi khotbah
- Cara memahami teks (penafsiran)
- Jika teks berupa cerita, maka yang harus di pahami:
- Siapa tokoh utama
- Dimana lokasi dan kapan terjadinya
- Sifat dan karakter tokoh utama
- Kecendrungan tokoh utama
- Hal yang dilakukan tokoh utama
Contoh : Yoh 10:1-21
2. Jika teks berupa nasehat atau
pengajaran, yang perlu dicari adalah inti beritanya:
- Apa kata teks tentang: Allah Bapa, Allah Anak, Roh Kudus
- Apa kata teks tentang Gereja
- Apa kata teks tentang persekutuan/ciri-ciri persekutuan
- Apa kata teks tentang hidup seseorang
- Perubahan yang diharapkan teks
- Janji yang ditawarkan teks
Contoh : 1 Kor 3:4-9
- Penerapan
- Jika teks berupa cerita, maka konsentrasi pada sifat/karakter tokoh, kecenderungan tokoh, dan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh
- Jika teks berupa nasehat atau pengajaran cenderung banyak inti berita, maka lebih baik memilih satu dari inti berita tersebut
- Kesejajaran atau perbedaan antara yang diharapkan teks dengan situasi masa kini
- Arti teks untuk kita sekarang ini
E.
CATATAN PENTING
Catatan-catatan penting yang harus
dihindari dalam berkhotbah:
- Mempergunakan khotbah untuk menyerang orang dan agama lain
- Kesaksian pribadi yang tidak sesuai dengan teks atau inti berita
- Membesar-besarkan kesaksian pribadi dan membuat teks tunduk pada kesaksian pribadi
- Mempergunakan mimbar untuk menyerang atau memuji-muji orang tertentu
Semoga bermafaat……Tuhan Yesus
Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar